Menyayangi tanpa akhir itu, bukan kalimat yang asli keluar dari benak maupun mulut saya. Jadi ada sebuah buku yang berhasil saya culik dari genggaman salah seorang dosen saat beliau sedang asyik bernostalgia dengan kawan lamanya. Buku itu berjudul "Ayah, Menyayangi Tanpa Akhir", karangan Kirana Kejora. Ceritanya mungkin sangat gampang utnuk ditebak. Perjuangan seorang ayah yang harus membesarkan anaknya seorang diri. Namun banyak hal yang menarik dari buku tersebut:
1. Kalimat "Pada saatnya kita memang harus sendiri"
2. Font tulisannya yang sangat hidur dan super menarik
tidak ada alasan lain untk memegang buku tersebut kecuali kedua hal di atas. Karena intinya, Tidak maumeka menghayal ....^_^